Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Jurusan Sosiologi tuh belajar apa sih...?

Saya kesal dengan orang yang suka meremehkan jurusan kuliah. Sebagai mahasiswa sosiologi, Saya sering mendapat pertanyaan dengan nada meremehkan. Kuliah sosiologi itu belajar apa sih? Belajar tentang masyarakat ya? Terus nanti kerjanya apa? Kalau udah kerja gajinya gede ga? Masa depannya suram ya kuliah di jurusan sosiologi itu?  Dan segala pertanyaan soal kuliah yang selalu dihubung-hubungkan dengan kerja selepas lulus nanti. Dulu mungkin pertanyaan itu hanya disampaikan pada beberapa kesempatan. Seperti saat Saya memilih jurusan kuliah waktu di SMA. Tapi sekarang, pertanyaan tentang jurusan kuliah itu sudah tidak lagi mengenal ruang dan waktu. Pernah suatu hari, saat Saya sedang beli ketoprak bersama teman dari jurusan teknologi informatika. Kemampuan Saya untuk menjelaskan jurusan Sosiologi kepada orang lain, diuji. Kami berdua membeli dua bungkus ketoprak.   Saat ketopraknya sudah jadi dan Saya membayar dengan uang 50.000, Mamang penjual ketoprak menghitung. “Kalau...

Semen Basah

Dua orang sahabat sedang berjalan di sebuah perkampungan. Mereka berbincang sambil terus berjalan untuk pergi ke rumah teman mereka. Mereka berbelok untuk masuk salah satu gang. Namun langkah mereka terhenti di muka gang. “Eh itu semennya masih basah jangan diinjek.” Salah seorang dari mereka berkata dan menunjuk sebuah tulisan yang berada di atas bangku. Persis sebelah muka jalanan gang tersebut. Jalanan di gang tersebut memang sedang disemen. Karena daerah perkampungan sedang membenahi infrastruktur yang ada, salah satunya adalah jalan setapak. Dengan ada perbaikan   lingkungan tersebut diharapkan nantinya tidak ada lagi jalanan yang masih beralaskan tanah. “Itu sudah kering, cuma karena ada genangan air di atasnya aja basah.” Temannya justru membantah dengan meyakini semen tersebut sudah kering. “Tapi tetap saja kita ga boleh nginjek, tuh liat ada papan himbauannya.” Temannya membalas sambil menunjuk papan bertuliskan “DILARANG MENGINJAK, SEMEN MASIH BASAH” “Yaelah, it...

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Sesuatu?

Tulisan ini berusaha untuk menceritakan kalimat-kalimat apa saja yang ternyata membuat Azka Khaerun Nadi menjadi malas dan akhirnya berani untuk menunda-nunda sesuatu. Salah satunya adalah kalimat Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Sesuatu. Kalimat ini apabila didengar sangat amat masuk akal dan memotivasi, apalagi kalau yang bicaranya adalah seorang motivator ternama yang dengan tegas, ekspresif dan seperti bisa menyelesaikan segala permasalahan di muka bumi menyampaikan ini di atas panggung dengan ratusan atau bahkan ribuan penonton. Namun dibalik kalimat tersebut, justru Saya malah melihat sisi buruknya. Kalimat tersebut, justru malah membuat Saya berani membiarkan suatu pekerjaan untuk tidak dilakukan sedini mungkin. Dan akhirnya, tidak melakukannya sama sekali. Kalimat tersebut membuat Saya berpikir bodo amat terhadap capaian manusia lain, terutama mereka yang seumuran dengan Saya. Saat ada manusia seumuran Saya yang bisa sukses menjadi youtuber misalnya, Saya memiliki dal...

Film Imperfect: Sebuah Gambaran Bagaimana Konstruksi Sosial Terjadi

Film Imperfect menceritakan kisah hidup Rara (Jessica Milla), seorang perempuan yang memiliki badan gendut, kulit berwarna gelap dan rambut yang agak tidak terurus. Penampilan itu dilengkapi dengan pakaian baju yang berwarna pucat dan sepatu kets tidak menarik yang ia gunakan. Dalam film ini penampilan tersebut berusaha ditunjukkan sebagai penampilan yang tidak menarik (bagi perempuan) sehingga mengundang komentar-komentar yang menyudutkan Rara, dalam hal ini adalah orang-orang yang berada disekitarnya. Film yang disutradarai oleh Ernest Prakasa ini menggambarkan bagaimana sosok Rara yang sedari kecil sudah mendapatkan komentar tentang penampilannya. Bahkan komentar tersebut terucap dari salah satu anggota keluarganya sendiri yaitu Ibunya, Debby (Karina Suwandi) seperti ucapan “kak, kurangin nasinya.” atau “kak, ingat paha.” sebagai kalimat yang membersamai saat makan bersama. Juga kalimat pengingat lainnya seperti “Jangan lupa pakai sunblock.” Yang diucapkan pada Rara sebelum ia...