Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Sosial Media yang Kurang Mensosialisasi.

Zaman dewasa ini adalah sebuah masa kedewasaan yang tanggung untuk Indonesia. Karena semuanya serasa dipaksakan untuk maju. Walaupun, masih banyak yang belum siap untuk kemajuan itu. Atau lebih tepatnya “kurang dipersiapkan”. Dan mereka yang menyadari perlunya kemajuan ini, memaksakan masyarakat untuk maju. Sebagai dalih untuk mendidik masyarakat yang perlu untuk maju. Bahkan remaja yang sangat mudah mengakses sosial media. Seolah-olah dibiasakan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan segala informasi, segala trend , segala merk, segala wanita, segala politik, segala dakwah, segala tugas-tugas sekolah pun, disosialisasikan melalui sosial media. Apakah ini sebuah indikator ketercapaian dari masyarakat maju? Ada sebuah proses dalam pendidikan yang sering diutarakan oleh para pengajar. Dimana pendidikan itu melalui proses paksa-bisa-biasa. Mungkin tentang sosial media ini. Masyarakat masih dalam proses PAKSAan. Begitu beragam portal sosial media zaman sekarang ini. N...

Menanyakan Merdeka

Di pagi hari yang dingin Udin bangun dari tidurnya, berbekal kemauan yang kuat untuk mandi dan gosok gigi. Udin memikirkan apa yang akan ia lakukan di hari itu. Sampai saat dia selesai mandi dan siap berganti pakaian untuk sekolah. Ia teringat, ia harusnya tidak memakai baju koko di hari Jum’at itu, tapi baju seragam SMA biasa. Karena di hari itu, adalah tanggal 17 Agustus, dimana seluruh sekolah mengadakan upacara bendera. Dengan berleha-leha Udin pun berganti pakaian. Selepas itu, dia sarapan dan segera pergi ke sekolah. Di perjalanan sekolah, Udin melihat begitu banyak umbul-umbul dan hiasan-hiasan 17an. Begitu ramai, mulai dari bendera merah putih yang banyak di pinggir jalan. Sampai ke spanduk-spanduk partai yang kalimatnya penuh dengan ucapan Dirgahayu Indonesia yang ke-73. Sesampainya di sekolah, ia langsung dikomandai oleh guru-gurunya agar segera   melakukan persiapan untuk melakukan upacara. Mulai dari memakai dasi, topi dan merapihkan semua yang perlu dirapihka...

Pendidikan Untuk Uang atau Uang Untuk Pendidikan?

Sepenglihatan saya ada beberapa pandangan di kalangan masyarakat mengenai pendidikan. Dimana mereka yang belum berkesempatan untuk kuliah dan memilih untuk bekerja dulu. Menuliskan kalimat bahwa mereka mencari uang untuk pendidikan. Sementara yang sekolah, dituliskan sebagai yang berpendidikan untuk mencari uang. Sebetulnya, saya kurang nyaman membaca kalimat-kalimat itu. Karena menurut saya keduanya kurang tepat. Jika lihat dalam KBBI, bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan: proses, cara, perbuatan akademik. Dilihat dari definisi tersebut, pendidikan itu tidak ada sangkut pautnya tentang uang. Apalagi menjadikan uang sebagai tujuan dari pendidikan. Itu adalah sebuah kekeliruan yang sangat amat keliru. Karena pendidikan itu bisa kita dapatkan dimana saja,GRATIS. Bahkan saat kita belajar berjalan saat bayi pun. Itu adalah pendidkan. Dan kita tida...