Pendidikan Untuk Uang atau Uang Untuk Pendidikan?
Sepenglihatan saya ada beberapa
pandangan di kalangan masyarakat mengenai pendidikan. Dimana mereka yang belum
berkesempatan untuk kuliah dan memilih untuk bekerja dulu. Menuliskan kalimat
bahwa mereka mencari uang untuk pendidikan. Sementara yang sekolah, dituliskan
sebagai yang berpendidikan untuk mencari uang.
Sebetulnya, saya kurang nyaman
membaca kalimat-kalimat itu. Karena menurut saya keduanya kurang tepat.
Jika lihat dalam KBBI, bahwa
pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan:
proses, cara, perbuatan akademik.
Dilihat dari definisi tersebut,
pendidikan itu tidak ada sangkut pautnya tentang uang. Apalagi menjadikan uang
sebagai tujuan dari pendidikan. Itu adalah sebuah kekeliruan yang sangat amat
keliru.
Karena pendidikan itu bisa kita
dapatkan dimana saja,GRATIS. Bahkan saat kita belajar berjalan saat bayi pun.
Itu adalah pendidkan. Dan kita tidak membayarnya untuk hal itu. Saat kita belajar
makan, belajar mandi, belajar makan sambil mandi (*eh). Kita tidak membayar
untuk itu.
Dan jika berpendidkan untuk uang.
Saya tidak ingin menjadi manusia yang materialistis. Dimana segala apa yang
saya lakukan harus dibalas dengan uang. Dan bukankah orang yang berilmu
mendapat kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT? Karena dia bisa mengamalkan
dan mengajarkan ilmunya. Inilah yang semestinya dipahami oleh pelajar saat ini.
Dan seandainya mereka paham tentang hal ini, mungkin tidak akan ada lagi
pelajar yang mengeluh tentang belajar.
Paradigma seperti ini yang menurut
saya perlu dihilangkan di masyarakat. Untuk mereka yang bekerja, sebetulnya
dengan bekerja itulah mereka pasti bisa mendapatkan ilmu apapun. Entah, itu
saat di tempat kerja, saat perjalanan ke tempat kerja, bahkan saat mereka
melamun dan berpikir tentang pekerjaannya. Dan jika diniatkan dengan baik, mereka
pun akan mendapat kebaikan yang banyak.
Pendidikan yang seolah-olah hanya
harus didapatkan di lembaga pendidikan formal pun harus diubah pemahamannya.
Karena yang namanya pendidikan bisa kita dapatkan dimana saja, kapan saja,
bagaimana saja. Bahkan dari tukang batagor yang menjelaskan lima ribu rupiah
dikurangi tiga ribu rupiah maka kembaliannya dua ribu rupiah. Itu pun adalah
pendidikan.
Seandainya masyarakat menyadari
hal ini. Mungkin tidak akan ada lagi koruptor yang berpendidikan. Juga tidak
ada orang berpendidikan yang merasa miskin. Karena sejatinya, pendidikan itu tidak memerlukan uang dan bukan untuk uang.
Seperti kata orang, bahwa belajar
itu bukan untuk bekerja, karena belajar adalah pekerjaan.
mashok pak eko, pendidikan hari ini hanya menjadi komoditas semata yang berorientasi hanya kepada profit uang, untung dan rugi. semoga kita bisa bertemu dikemudian hari bung azka sambil ngopi ngalor ngidul hehe.
BalasHapusSiaap bung
Hapus