Re- Presentasi
Salam
Gua yakin lu pernah kesal dan ga
suka dengan salah satu guru di sekolah lu. Atau mungkin lebih dari satu guru.
Dan jujur gua juga pernah. Namun,
bukan berarti gua benci guru itu untuk tidak dapat mengambil pelajaran dari
dirinya. Cuma karena gua ga suka dengan metode mengajar dia yang monoton. Itu-itu
aja setiap semester. Tidak ada metode lain. Seolah-olah dia melakukan itu. Karena
memang menurut dia itu yang paling mudah dilakukan. Dan gua melihatnya agar dia
dapat bersantai.
Maafkan kalau gua salah, tapi gua
memang seperti itu melihatnya.
Kemarin, gua kebagian presentasi
di mata pelajaran beliau. Asal lu tau, gua juga udah presentasi seperti itu di
kelas 10. Semester satu dan dua. Dengan alat bantu yang sama, dengan coretan yang
sama dan yang membedaknnya Cuma materi yang di presentasikan.
Gua ga ngeluh dengan metode yang
selalu sama seperti itu. Hanya saja gua merasa tidak berkembang dengan metode
seperti itu. Dengan karton yang gua coret-coret, terus di tempel di papan tulis.
Dan bikin papan tulis kotor saat double tipnya susah di cabut.
Kenapa coba dia ga nyuruh kita
buat alat presentasinya pake power point? Itu kan lebih mudah jadinya. Dan ga akan ada juga papan tulis yang kotor. Karton yang akhirnya kebuang dan uang yang
keluar untuk beli karton pastinya.
Saat kemarin gua presentasi pun,
gua mempresentasikan materi yang sama. Yang sudah di jelaskan oleh teman gua
sebelumnya. So, ga ada yang beda. Cuma mungkin metode penyampaiannya aja yang beda.
Namun, gua tetap berusaha
mengambil hikmahnya dari salah satu metode pembelajaran beliau. Anak IPS itu
memang sudah sepatutnya berani mempresentasikan, menampilkan dan berbicara di
depan umum.
Yah, mungkin pengalaman itu tadi
yang dapat gua ambil. Juga cara bicara gua di depan orang banyak. Dengan tekanan
yang luar biasa tentunya. Ga semua orang berani tampil di tempat umum. Karena apa?
Karena tekanan dari setiap pasang mata yang menjurus kepadanya. Dan itu semua
perlu jam terbang. Agar menjadi berani. Berani terbang.
Gua percaya. Kalau lu membenci
seorang guru, lu pasti ga akan dapet ilmu apapun dari guru itu. Walaupun guru
itu pasti nyebelin, nyusahin, nyapein. Tapi, berusahalah memahami maksud guru
kalian memberikan itu semua pada kalian.
Jangan karena kalian di bentak
oleh guru, lalu kalian melapor ke orang tua kalian. Cuma karena dicubit, terus
ngelapor ke polisi. Ga cerdas, ga dewasa, bocah. Hanya itu yang dapat gua
ungkapkan.
Bersama langit yang menampakkan
cerahnya selepas hujan. Kabut pagi di sungai ciliwung yang diiringi
oleh kicauan burung wikwik. Disini
gua menulis, berpikir, merenung, bernafas agar terus menjadi pelajar yang
baik.
Wassalam
Komentar
Posting Komentar