Asal Usul Asal #Pohon eps.2

“Pohon merupakan sejenis tumbuhan. Terimakasih.” Pecong menjelaskan.

“Eh, ko hanya segitu.” Lina bertanya-tanya.

“Habisnya aku sudah kehabisan ide. Memang akan berbeda Lin, ucapan orang yang berimajinasi dengan sang peneliti.” Kata Pecong.

“Iya jelas, tapi dengan imajinas tadi. Kamu sudah mampu mengatakan hal-hal yang hampir menyamai para peneliti ko.” Kata Lina.

“Iya, mungkin saat ini aku lebih suka menikmati menjadi sang imajinator. Karena memang belum saatnya aku menjadi peneliti.” Kata Pecong.

“Aku setuju denganmu, tapi aku yakin para penelitipun akan menanyakan hal yang sama sepertimu.”

“Apa maksudmu?” Pecong bertanya.

“Mereka akan bertanya-tanya, kenapa ada pohon? Dan ditelitilah oleh mereka sehingga mereka ahli meneliti.”

“Ohhh, jadi aku sudah setara dengan peneliti?” Tanya Pecong.

“Bisa dikatakan begitu, namun hanya kurang penelitiannya.”

“Tapi bisa jadi aku ini seorang pendeta Yunani. Yang mengatakan jika tumbuhnya pepohonan di karenakan adanya dewa yang merawatnya.” Pecong berimajinasi kembali.

“Bisa jadi, jadi tidak salah ya kalau kamu mengatakan pohon itu di hidupkan oleh anak sebatang kara yang membutuhkan oksigen untuk pernapasannya.” Jelas Lina.

“Iya, hebatkan aku. Bermodalkan imajinasi bisa menjadi peneliti dan pendeta.” Pecong membanggakan diri.

“Kamu akan menjadi lebih hebat lagi, jika dapat menjadi dirimu sendiri.” Kata Lina.

“Hahaha, baiklah. Aku suka berbicara denganmu. Hahaahhah.” Pecong menambahkan.

“Hahaha, ke Akunya ga suka?” Lina menggoda.

“Ngga ah, masih belum kerasa. Suka omongannya dulu aja ya...” Pecong pun menggoda.

“Hahaha. Tolong ingatkan omonganku biar bisa di sukain sama kamu terus ya...”

“Iya nanti aku ingetin. Biar pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Biar kita bisa membahas tentang yang lain. Jangan Cuma apa itu pohon.”

“Baiklah nanti aku sampaikan pada omonganku. Eh, ngomong-ngomong kenapa ya kamu disebut kamu?” Kata Lina.

“Karena. Aku cinta kamu. Hahahaa.” Pecong menjawabnya dengan tertawa.

“Ih, gombal” Lina pun membalasnya sambil memukul bahu Pecong dengan tas jinjingnya.

Dan pecong pun berlari sambil tertawa karena puas dengan apa yang di ucapkannya ke Lina Sore itu.

Ya, di Sore dimana langit mulai menunjukkan keindahan oranyenya dan burung walet mulai mengeluarkan kicauannya yang seolah-olah mengajak temannya untuk berbicara.

Kenapa kamu hidup?


....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semen Basah

OSPEK dimaknai...

Sosial Media yang Kurang Mensosialisasi.