Bicara Sebentar

Hari ini aku terbangun di pagi yang dingin. Entah mengapa aku merasa deg-degan pagi ini. Karena pagi ini aku akan memulai kerja pertamaku di kantor yang baru. Itu berarti teman-teman baru, lingkungan kerja baru, juga bos baru.

Ku awali hari ini dengan mandi, sarapan, juga berpakaian yang rapih. Dengan semangat, namun tetap dengan hati yang berdegup kencang karena akan bekerja di tempat yang baru.

Itulah diriku, aku selalu mempunyai masalah saat berada di lingkungan yang baru. Di lingkungan yang belum pernah aku datangi sebelumnya. 

Mungkin, ada juga orang lain yang sama sepertiku. Tapi bagiku ini suatu kekuranganku yang berusaha aku tutupi. Karena itulah saat masa sekolah kawan-kawanku memanggilku kuper, karena Aku memang tidak pandai bergaul dengan lingkungan dan kawan-kawan yang baru.

Pukul 07.00 tepat aku sampai di kantor. Aku mengucapkan selamat pagi namun tidak ada yang menyambutku. Karena mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Aku pun duduk di tempat kerjaku yang baru. Yang persis menghadap kantor bosku yang baru. Lalu datang seorang pegawai disana membawa sejumlah draft padaku untuk diselesaikan hari ini. Dan akupun mengangguk. Tanpa ada perkenalan, tanpa ada pertanyaan lebih. Hanya memberi draft.

Dari jendela kantor bosku terlihat ia sedang berbincang dengan seseorang, lalu mengantarnya ke luar kantor dan saat berada di luar kantor ia menoleh kearahku.

“Kamu Salman ya? Pegawai baru itu?” tanya bos ke padaku yang sontak membuatku berdiri dan terkejut tentunya.

“i..iya pa” aku menjawab dengan hati yang berdegup kencang.

“Tolong ke kantor saya, saya ingin bicara sebentar” Titah bosku.

“baik, pak” jawabku singkat yang selanjutnya ku ikuti langkah kakinya.

Aku pun berada di dalam kantor bosku dengan hati yang deg-degan pula.

“Sebentar” kata bosku.

“baik pak” aku pun menjawab dan langsung duduk di bangku depan meja bosku.

Si bos pun ikut duduk dan menatap monitor komputernya dan langsung sibuk dengan pekerjaan dan draft-draft yang ada di meja nya.

Si bos pun menoleh kepadaku dan berkata.

“sebentar”

“baik pak” aku pun menunggu.

Yang tidak terasa 10 menit sudah terlewati dengan aku duduk dan bosku bekerja dengan kesibukannya.

Bosku pun menoleh kepadaku dan berkata.

”kamu ko masih disini? Sana kembali bekerja.” kata bosku.

Apa? Apa maksud si bosku ini tadi dia bilang sebentar ya aku tunggu. Kenapa saat aku tunggu dia malah membentakku. Dengan hati yang berdegup kencang aku pun memberanikan diri dan berkata.

“maaf pak, tapi kan tadi bapak menyuruh saya menunggu sebentar”  kataku.

“tidak, aku tidak menyuruhmu seperti itu” sanggah bosku.

”jadi maksud bapak memanggil saya ke ruangan bapak tuh untuk apa?” aku penasaran.

“hahaha, aku kira kamu cerdas. Kamu ingat tadi saat memanggilmu aku bicara apa?” bosku menguji.

“Bapak menyuruh saya ke ruangan bapak kan”

“iya, saya bilang saya ingin bicara sebentar. Benarkan?”

“iya pak”

“kan aku sudah bicara sebentar tadi, dua kali malah. Tapi, kenapa kamu masih disini?”

“maksud bapak?”

“iya, saya ingin bicara se-ben-tar. Sudah hanya ingin bicara itu. Hahahahahaha.”


Bosku tertawa lepas, sementara jantungku yang berdegup kencang tadi merasa berdegup dengan lambat. Ternyata ini hanya bercandaan bosku dan tidak ada yang perlu aku takutkan lagi di kantorku yang baru ini. Karena bosnya saja suka bercanda. Aku yakin kantor ini akan menjadi tempat yang nyaman untukku bekerja. :v

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semen Basah

OSPEK dimaknai...

Sosial Media yang Kurang Mensosialisasi.