Mulai Menulis Kembali

Ini tentang menulis. Dimana saya sudah lama tidak menulis di blog ini.

Banyak alasan mengapa saya lama tidak menulis di blog ini.

Mulai dari kesibukan, tidak ada ide, sampai sibuk tidak ada ide. Yang tentunya itu adalah kesibukan yang tidak diharapkan oleh mereka yang membutuhkan ide. Seperti saya.

Namun, sayangnya. Saya selalu memiliki alasan untuk melakukan kesibukan itu.

Sudah beberapa bulan saya tidak upload di blog saya. Kalau dilihat dari postingan terakhir saya di blog ini, sudah sekitar tiga bulan saya tidak meng-upload tulisan.

Dan ceritanya, saya mendapatkan hidayah untuk menulis kembali di blog saya. Sayapun sedikit blogwalking ke beberapa blog orang yang selalu konsisten untuk menulis. Dan saya mendapatkan hidayah itu, ilham itu, dorongan itu, kopi itu, makanan itu, wanita itu (enggak deng).

Untuk menulis kembali di blog ini.

Kalau Kevin Anggara tulis mah kan blog itu seperti rumah, jadi lu harus membuat tamu lu senyaman mungkin di rumah lu. Juga buatlah tujuan blog itu untuk berbagi, jangan untuk dapetin uang, dll. Dari situlah saya berpikir dan berprinsip. Saya akan menulis untuk berbagi.

Namun sebagai penulis di blog yang pembacanya tidak lebih dari 500 ini. Saya ingin menceritakan bagaimana sulitnya menjaga konsistensi untuk menulis. Yang mungkin saja ini dialami oleh kalian yang juga ingin menulis namun selalu stuck akan ide dan jadinya tidak upload-upload.

Dimulai dari bulan oktober, jika dilihat dari postingan terakhir saya. Saya menulis itu penuh dengan kehati-hatian. Jika kalian ingin tahu. Saya membaca berulang-ulang agar tidak ada kata-kata yang sulit dicerna dan ceritanya seru.

Karena saat itu saya membaca postingan Kevin Anggara mengenai tulisan dan bagaimana dia menulis untuk blognya.

Perlu dibaca berulang-ulang bro.

Namun justru, itu malah membuat saya takut untuk menulis. Makanya postingan saya yang terakhir itu berupa cerita fiksi yang pendek, yang saya dapat idenya saat sedang  bersama kawan-kawan teman saya yang sedang bermain dengan kawannya teman saya dan saya mendengarkan. *apaansih zka.

Dan saya belum berani untuk menuliskan daily life saya. Karena menurut saya tidak menarik.

Problem saya yang kedua adalah masalah ide. Yang sebetulnya saya banyak menulis diary tentang keseharian saya. Namun, menurut saya itu tidak memenuhi kriteria untuk diupload di blog saya, jadinya saya tidak mengupload banyak tulisan selama beberapa bulan kebelakang.

Yang ketiga, karena blogger adalah media yang menurut saya memerlukan waktu lama untuk menuliskannya. Saya harus membuka laptop, menyalakan laptopnya, membuka folder tulisan saya, membaca kembali takut ada kesalahan penulisan, kemudian baru meng-upload nya. Dan itu memerlukan waktu.

Tidak semudah media sosial yang sudah terangkum di hand phone seperti instagram, line, facebook dan lain sebagainya.

Oh iya, saya juga sempat memiliki problem masalah pembaca. Yang ceritanya saat itu teman sekelas saya ada yang dititipkan surat untuk saya. Dan saat saya baca ternyata dia adalah pengagum rahasia saya. Saya curiga dia adalah agen rahasia pencinta azka (yang saya gatau itu ada atau enggak). Dia menuliskan dalam surat itu, bahwa dia suka membaca tulisan di blog saya.

Jujur, saya merasa kaget sekaligus bangga. Ternyata blog saya ada yang baca juga rupanya. Saya kira nggak ada. Hahaha......

Tapi, entah mengapa dengan adanya surat dari secret admirer itu. Malah membuat saya malas untuk menulis. Karena kalau dipikirkan, itu sedikit mengganggu. Jadinya ga saya pikirin. Hahaha....

Oke mencari solusinya.

Masalah daily life, penulis blog yang rame pembacanya sering menuliskan daily lifenya. Dan mereka membuatnya begitu lucu dan tidak bosan dibaca.

Namun untuk itu, saya merasa tidak pandai untuk menulis candaan tentang hidup saya. Yang kesehariannya hanya berangkat sekolah, belajar, pulang sekolah, makan, mandi, shalat, ngaji, tidur. Tidak ada yang menarik kalau saya tidak membuatnya menarik.

Sampai saya melihat blognya kakak saya, yang begitu rajin upload tulisan di blognya. Saat saya baca, ternyata tulisannya tidak begitu panjang-panjang dan juga tidak begitu lucu.

Yang itu menggugah pemikiran saya mengenai blog, kalau mau upload tidak perlu panjang-panjang.

Karena itu adalah rumah lu dan lu bebas mengisi dengan sesuatu yang menarik menurut lu dan baik untuk pengunjung blog lu. Kalau inget tulisan Kevin Anggara. So, saya terinsipirasi dari blog kakak saya untuk masalah yang ini.

Lalu, untuk yang masalah ide. Kata Kevin Anggara lagi, untuk mencari ide itu bisa kita ambil dari kehidupan kita selama seminggu kebelakang, ga mungkin kan hidup kita seminggu cuma gitu-gitu aja. Pasti ada yang menarik. Dan memang betul banyak tulisan yang sudah saya tulis di laptop namun tidak menguploadnya, bercerita tentang keseharian saya. Yang mungkin menarik.

Jadi inget kata pidi baiq. Seorang seniman sejati tidak memerlukan inspirasi.

Dan saya siap menjadi belajar untuk kata-kata itu.

Untuk yang ketiga, mengenai lamanya tulisan di upload. Saya hanya perlu memberinya waktu. Jadwal yang tepat untuk penulisan-pengeditan-penguploadan. Dan proses itu bisa dilakukan selama-berhari-hari. Jadi saat hari H untuk penguploadan, ya saya tinggal menguploadnya.

Dan untuk masalah yang keempat, tentang secret admirer. Siapapun anda, yang mungkin membaca tulisan ini juga. Terima kasih untuk membaca tulisan saya. Saya berusaha untuk menulis lagi sekarang. Jangan surat-suratan ah (maaf juga tidak membalasnya), karena belum tepat waktunya kak. Ga tau kalau nanti sore. Hehehe.... (geer amat gua yak)

So, mungkin itu yang bisa saya ceritakan tentang pengalaman saya yang selalu stuck dan ga jadi-jadi untuk mengupload tulisan. Mungkin dari kalian ada juga yang mengalami hal yang sama seperti saya. Jadi saya mencoba untuk berbagi.

Karena kata pidi baiq mah, “saya menulis agar ingat”. So, ayo memperpanjang umur dan ingat.


Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semen Basah

OSPEK dimaknai...

Sosial Media yang Kurang Mensosialisasi.