Lee Terasi

Salam

Membaca merupakan kegiatan dimana lu semua melihat sesuatu yang bisa dibaca dan lu semua akan atau sedang sadar kalau lu itu lagi baca (azka:2089)



Oke, jangan hiraukan tulisan diatas. Karena gua yakin yang lu inginkan adalah membaca. Dan sadar, kalau lu itu memang sedang ingin membaca. Makanya lu membaca kalimat ga jelas yang ada diatas. Bukan diatas kepala lu, tapi diatas. Sama kaya lu baca soal ulangan dan ada pertanyaan yang ditulis, “dari tulisan diatas…”.

Atas mana? Kan gajelas, gua ga merasa pernah nulis diatas dan gua juga yakin ga ada tulisan diatas kepala gua. Apa menurut dia di atas soalnya? Egois banget tuh soal, maunya di ngertiin dan dipahami. Sedangkan gua, gua pusing mencari jawaban yang diacak oleh para pembuat soal.

Oke, mungkin lu akan bingung kenapa gua tiba-tiba mencaci maki soal. Dan memulai ini dengan pengertian membaca yang ga benar.

Pernahkah ada kegiatan literasi di sekolah kalian? Di SMA/SMK sederajat?

Kalau pernah, berarti kalian tahu apa itu literasi, gua juga bingung sih apa itu literasi. Yang gua tau literasi itu adalah kegiatan dimana sebelum jam pelajaran para siswa diwajibkan untuk membaca buku yang ada di perpustakaan atau yang dibawanya sendiri. Karena kalau dibawa satu Rt ribet.

Dan kalau kalian tau, tadi pagi guru gua nyuruh kelasan gua untuk pergi ke perpustakaan. Bukan disuruh nyari buku yang berkaitan dengan materi pelajaran. Tapi, kita disuruh untuk membaca, alhasil banyak teman-teman gua yang minjem buku novel. But it’s ok, selama mereka ingin membaca. Gua yakin tuh guru pasti berpikiran seperti itu.

Jujur, itu pertama kalinya ada literasi di kelasan gua. Yang gua tau literasi itu memang sudah ada himbauannya dari pemerintah. Tapi, entahlah, ga pernah berjalan di sekolah gua. Yang berjalan lancar di sekolah gua adalah hormat bendera setiap pagi, atau lebih tepatnya saat bel berbunyi. Dan itu diwajibkan.

Sejujurnya gua senang membaca, terutama baca buku novel. Bahkan, saat gua duduk di kelas sepuluh. Teman-teman gua sering jengkel melihat gua yang selalu membaca. Saat istirahat, saat makan, saat sedang bercanda, saat sedang ga ada guru, bahkan, saat ga ada buku. Gua tetap membaca, membaca situasi. #eeaa.

Saat literasi tadi, entah mengapa gua merasa senang saat melihat teman-teman gua membaca didalam kelas. Ada yang sambil makan, ada  yang sambil maen hape, ada juga yang sambil makanin hape.

Tentunya Gua juga ikut baca, dan karena gua bingung mau membaca buku apa. Gua pinjem aja buku tere-liye. Penulis yang luar biasa produktif dan keren. Menurut gua.

Btw, bukan karena gua senang membaca berarti gua mendeklarasikan diri sebagai kutu butu. Karena lu tau, gua adalah pelajar. Dan membaca adalah ciri-ciri orang terpelajar.

Sampai saat ini gua memang merasakan jika minat membaca teman-teman gua agak kurang. Walaupun, ada juga yang suka baca-baca di hape, atau website. Dan itu tetap luar biasa menurut gua.

Gua jadi teringat amanat dari guru bahasa sunda gua waktu smp. Yang setiap masuk ke kelas pasti selalu mengingatkan kita untuk membaca, baca dan baca. Yang waktu itu memang banyak teman-teman gua yang tidak menghiraukan.

Namun, saat gua membaca buku. Gua merasa mendapatkan sesuatu yang gak gua dapet saat sedang berbincang dengan orang lain, saat sedang mendengar ceramah, juga saat ada materi dari guru.

Dan saat, gua membaca buku. Gua jadi tau, kenapa banyak orang-orang cerdas selalu mengajak orang lain untuk membaca. Bukan karena dia sedang promosi buku. Tapi karena buku-buku itu memang menampakkan sesuatu yang selama ini tertutup oleh jendela berdebu yang bahkan cahaya pun tidak dapat menembusnya.

Dan saat membaca. Terbukalah jendela itu. Masuklah cahaya yang membuka pemikiran kita menjadi sangat luas. Menyuguhkan pemandangan yang tidak pernah kita liat sebelumnya. Juga memberikan udara segar yang menyejukkan pikiran dan hati kita.

Itu yang gua rasakan saat membaca, bukan karena gua sok bijak. But, trust me. Membaca itu seru. Dan gua yakin ilmu yang kalian dapat dari membaca akan terpakai di masa depan nanti.

Baca, baca dan baca.

Karena sejatinya, orang yang pintar adalah orang yang merasa dirinya bodoh. #ganyambung.


Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semen Basah

OSPEK dimaknai...

Sosial Media yang Kurang Mensosialisasi.