Psikolinguistik...?
Baiklah,
Pukul 05.07 di hari yang Kamis
Menunjukkan pukul shubuh yang
guanya baru aja pulang dari masjid *bukan bermaksud ria*
Sejujurnya gua pengen nulis tadi
malam, tapi karena tuntutan tugas seorang pelajar yang sedang UTS dan ingin
ikut LDK OSIS jadilah gua ga sempet buat nulis. Disini.
Kemarin banyak kegiatan yang
melelahkan, dari ngerjain soal yang susah, pergi ke kamar mandi, sampe ngerjain
soal sambil pergi ke kamar mandi. But, it’s my life Dud. Selelah-lelahnya gua,
ga akan selelah-lelahnya orang lelah yang lagi lelah karena lelah sambil lelah
(apaansi).
Oke, kemarin juga ada kumpul OSKA
yang dimana Demisnya menyebutkan hal-hal yang perlu dibawa saat LDK nanti.
Berangkat dari pagi di hari jum’at dan pulang di pagi sabtu.
Entah, mengapa gua merasakan
mental gua yang kendur saat ada LDK ini.
gua merasa lebih banyak diam padahal gua udah pernah ikut training di PII. Apa
karena gua udah lama ga buat acara? Atau ada hal yang lain? Yah, memang di
sekolah gua merasa males banyak ngomong. Sekalinya ngomong itu untuk hal-hal
yang menurut gua perlu.
Oh iya, bicara tentang ngomong.
Pernahkah lu merasa karena tidak banyak bicara selama hari itu lu merasa kurang
sehat, hampa, dan merasa ada yang kurang selama hari itu? Pernah ga? Apa Cuma
gua doang yang merasakan itu ya?
Oke jadi gini ceritanya. Di hari
senin kan gua UTS, dimana KBM kita-kita udah pasti cuma duduk membaca soal dan
mencari jawabannya, yang ga tau ada dimana. Nah, karena KBM yang membuat gua untuk selalu diam dan tidak berisik itu, otomatis membuat kadar pembicaraan gua
berkurang yang tadinya banyak jadi hampir banyak.
Saat pulang sekolah gua merasakan ke hampaan itu. Yang biasanya saat di sekolah gua bisa tertawa dan merasakan happy di sekolah. Saat itu gua merasakan tidak ada yang memberikan keceriaan di hari-hari gua. Yang padahal, bisa gua dapatkan di sekolah.
Saat pulang sekolah gua merasakan ke hampaan itu. Yang biasanya saat di sekolah gua bisa tertawa dan merasakan happy di sekolah. Saat itu gua merasakan tidak ada yang memberikan keceriaan di hari-hari gua. Yang padahal, bisa gua dapatkan di sekolah.
Gua pun seperti biasa saat tiba
di rumah, tidak banyak bicara dengan anggota keluarga yang lain. Sampai gua
membaca buku Psikologi Komunikasinya Jalaluddin Rahmat yang kebetulan sedang
membahas Psikolinguistik.
Ada cerita disitu dimana raja
romawi pada abad kejayaannya pernah membuat sebuah eksperimen, yaitu bayi yang
baru lahir tidak diajak bicara sampai besar, namun eksperimen itu selalu gagal.
Karena secara mendadak si bayi yang menjadi eksperimen itu meninggal, secara misterius.
Bukankah, itu sangat menarik dimana saat gua ga banyak bicara ternyata itu
berdampak pada kesehatan gua.
Sementara menurut KBBI, Psikolinguistik adalah ilmu tentang hubungan antara bahasa dan perilaku dan akal budi manusia; ilmu interdisipliner linguistik dengan psikologi.
Dari definisi itu mungkin gua merasakannya. hubungan antara bahasa dan perilaku. Atau mungkin yang gua rasakan ini berbeda. tidak ada hubungannya sama sekali dengan bahasa?
Sementara menurut KBBI, Psikolinguistik adalah ilmu tentang hubungan antara bahasa dan perilaku dan akal budi manusia; ilmu interdisipliner linguistik dengan psikologi.
Dari definisi itu mungkin gua merasakannya. hubungan antara bahasa dan perilaku. Atau mungkin yang gua rasakan ini berbeda. tidak ada hubungannya sama sekali dengan bahasa?
Dan sebagai evaluasi, mungkin gua
harus lebih banyak bicara di sekolah. Entahlah, gua merasakan lelah yang amat
sangat saat berada di sekolah. Teringat gua dengan kata-kata yang di ungkapkan
oleh seorang teman SD, dia bilang tiada hari tanpa tertawa dalam hidup gua.
Yeah, gua juga merasakan itu dan yang bisa membuat gua tertawa dan memberikan
keceriaan setiap harinya adalah teman-teman di sekolah. Semoga gua ga jadi
gila gara-gara sedikit ngomong.
Oke, maybe it’s enough for today. #perlubanyakngomong
Wassalam
Komentar
Posting Komentar