Postingan

Keberkahan Ilmu

Beberapa hari yang lalu Saya pergi ke luar kota untuk mengurus pendaftaran di salah satu Universitas di kota tersebut. Karena pendaftarannya dimulai pada keesokan harinya. Saya jadi menginap di rumah Syamil, teman Saya yang tinggal di kota tersebut. Saya sampai di rumahnya sekitar pukul sebelas siang. Lalu kami berbincang sebentar dan Shalat Dzuhur.  Syamil ini teman Saya saat SMP, yang pindah ke luar kota saat lulus SMP. Dan dia sekolah di salah satu pesantren. Saya bisa menginap di rumah dia karena kebetulan, pesantrennya sedang mengijinkannya pulang minggu ini. ”Salman, mending kamu tidur dulu aja, pasti cape kan baru datang dari luar kota.” Kata Syamil Atas usulannya Saya pun tidur di kamarnya. Beberapa saat Saya tidur, Saya terbangun pukul setengah empat sore. Yang berarti Shalat Ashar telah memasuki waktunya. Namun saat terbangun, tidak terlihat teman Saya di kamarnya. Jadi dengan inisiatif dan tanpa ijin, pergilah Saya ke kamar mandi yang ada di dapur. ...

BUAT APA PACARAN?

APA YANG LU HAREPIN DARI PACARAN ANAK SMA? APAKAH SAAT WAKTUNYA UTS LU MAU LAMARAN? ATAU PAS WAKTUNYA UN LU UDAH MULAI AKAD? DAN PAS KAWAN-KAWAN LU MASUK KULIAH, LU UDAH KONSUL PROGRAM KB? APA YANG LU CARI? Kalau kita lihat dari definisi mengenai pacaran. Sebetulnya dapat dipahami pacaran itu sebagai hubungan yang dilakukan oleh mereka (orang dewasa) untuk mempersiapkan pernikahan. Jadi, menurut gua agak kurang pantas jika pacaran dilakukan oleh anak SMA, SMP bahkan SD. Yang sering kita liat di sosial media. Karena merasa kurang pantas itulah makanya gua ga pernah punya pacar. Karena gua memantaskan diri sebagai anak SMA dan Azka. Dan kasian juga kali ceweknya, masa dari SMA udah di pacarin. Kan kalau udah gede terus ga jadi nikah kasian ceweknya. Cuma jadi pelampiasan buat laki-laki yang kalah sama nafsunya. Dan gua hanya ingin menjaga harkat wanita dengan tidak memacarinya. Ada yang bertanya ke gua “Ka, lu teh pernah ngerasain sakit hati ga sih?” “Hah...

Mulai Menulis Kembali

Ini tentang menulis. Dimana saya sudah lama tidak menulis di blog ini. Banyak alasan mengapa saya lama tidak menulis di blog ini. Mulai dari kesibukan, tidak ada ide, sampai sibuk tidak ada ide. Yang tentunya itu adalah kesibukan yang tidak diharapkan oleh mereka yang membutuhkan ide. Seperti saya. Namun, sayangnya. Saya selalu memiliki alasan untuk melakukan kesibukan itu. Sudah beberapa bulan saya tidak upload di blog saya. Kalau dilihat dari postingan terakhir saya di blog ini, sudah sekitar tiga bulan saya tidak meng-upload tulisan. Dan ceritanya, saya mendapatkan hidayah untuk menulis kembali di blog saya. Sayapun sedikit blogwalking ke beberapa blog orang yang selalu konsisten untuk menulis. Dan saya mendapatkan hidayah itu, ilham itu, dorongan itu, kopi itu, makanan itu, wanita itu (enggak deng). Untuk menulis kembali di blog ini. Kalau Kevin Anggara tulis mah kan blog itu seperti rumah, jadi lu harus membuat tamu lu senyaman mungkin di rumah lu. Jug...

Bicara Sebentar

Hari ini aku terbangun di pagi yang dingin. Entah mengapa aku merasa deg-degan pagi ini. Karena pagi ini aku akan memulai kerja pertamaku di kantor yang baru. Itu berarti teman-teman baru, lingkungan kerja baru, juga bos baru. Ku awali hari ini dengan mandi, sarapan, juga berpakaian yang rapih. Dengan semangat, namun tetap dengan hati yang berdegup kencang karena akan bekerja di tempat yang baru. Itulah diriku, aku selalu mempunyai masalah saat berada di lingkungan yang baru. Di lingkungan yang belum pernah aku datangi sebelumnya.  Mungkin, ada juga orang lain yang sama sepertiku. Tapi bagiku ini suatu kekuranganku yang berusaha aku tutupi. Karena itulah saat masa sekolah kawan-kawanku memanggilku kuper, karena Aku memang tidak pandai bergaul dengan lingkungan dan kawan-kawan yang baru. Pukul 07.00 tepat aku sampai di kantor. Aku mengucapkan selamat pagi namun tidak ada yang menyambutku. Karena mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Aku pun ...

Asal Usul Asal #Pohon eps.2

“Pohon merupakan sejenis tumbuhan. Terimakasih.” Pecong menjelaskan. “Eh, ko hanya segitu.” Lina bertanya-tanya. “Habisnya aku sudah kehabisan ide. Memang akan berbeda Lin, ucapan orang yang berimajinasi dengan sang peneliti.” Kata Pecong. “Iya jelas, tapi dengan imajinas tadi. Kamu sudah mampu mengatakan hal-hal yang hampir menyamai para peneliti ko.” Kata Lina. “Iya, mungkin saat ini aku lebih suka menikmati menjadi sang imajinator. Karena memang belum saatnya aku menjadi peneliti.” Kata Pecong. “Aku setuju denganmu, tapi aku yakin para penelitipun akan menanyakan hal yang sama sepertimu.” “Apa maksudmu?” Pecong bertanya. “Mereka akan bertanya-tanya, kenapa ada pohon? Dan ditelitilah oleh mereka sehingga mereka ahli meneliti.” “Ohhh, jadi aku sudah setara dengan peneliti?” Tanya Pecong. “Bisa dikatakan begitu, namun hanya kurang penelitiannya.” “Tapi bisa jadi aku ini seorang pendeta Yunani. Yang mengatakan jika tumbuhnya pepohonan di karenaka...

Asal Usul Asal #Pohon

Di sore hari itu, terlihatlah sepasang manusia sedang berjalan santai di Taman Heulang . “Sudah lama Aku tidak merasakan suasana sore hari seperti ini.” Kata Pecong “Ya Aku juga, biasanya sore-sore begini Aku baru pulang sekolah. Haaa, untung libur hari ini ya.” Jawab Lina dengan senangnya. Memang hari itu mereka sedang libur sekolah dengan alasan sekolah mereka sedang menguji kelas 12nya “Iya, untung saja UN ya.” Pecong bersyukur “Iya, untung ada kelas 12 ya.” Kata Lina “Untung ada Arie ya” “Ha...?” Lina kebingungan “Arie Untung.” Jawab Pecong dengan bercanda “Hahahaha.” Mereka pun tertawa dengan tenangnya Sore itu pulalah Pecong menanyakan sesuatu yang penting dan dapat mengubah kehidupan mereka, negara, nusa dan bangsa. Karena pertanyaan itu berkaitan dengan Indonesia. Atau yang lebih tepatnya tentang bahasa Indonesia yang dipakainya. “Kenapa ya pohon namanya pohon?” Tanya Pecong pada Lina. Karena memang pecong terlihat sangat serius ...

Batik Day

Di hari kamis, mungkin seluruh sekolah di Indonesia mewajibkan siswanya untuk memakai seragam batik (kecuali yang fasilitasnya kurang memadai). Begitu pun dengan sekolah gua. Dan itu berarti ada sekian ribu motif batik berbeda yang dipakai oleh seluruh siswa di Indonesia. Dari mulai SD, SMP sampai SMA, atau lebih tinggi lagi. Mungkin pegawai negeri. Karena perbedaan motif batik itu, ada beberapa siswa brengsek yang menginginkan batik dari SMA lain, dan itu biasanya SMA favorit atau bisa saja itu adalah rival dari SMAnya. Gilanya yang mereka minta itu, benar-benar baju batiknya bukan motifnya ataupun robekan kainnya. Itu pernah gua rasakan, saat gua sedang meet up dengan si Firman dan Aldo. Si Firman yang sekarang di SMKN 1 dan si Aldo di SMAN 5. Gua lagi ngobrol dengan mereka di taman Heulang saat itu. Sampai datanglah seorang anak SMA yang memakai jaket jeans, mengenakan topi hitam, juga sebatang rokok yang tersundut di tangan kanannya. Tidak lupa pakai celana juga dia. “...