Menertawakan Hidup
Delapan Ramadhan Seribu Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan
Hijriah.
Hari rabu yang tanggal 23 mei
2018.
Ga ada kerjaan menjadikan saya
sedikit sulit untuk mengingat hari dan tanggal. Bahkan, tadi aja saya harus
lihat kalender dulu buat tau ini hari apa. Tapi karena saya juga ga tahu harus
liat kalendernya di tanggal berapa. Jadi weh saya inget sama sumbangan buat
buka puasa di mesjid. Ga nyambungkan? Biarin, soalnya bapak saya emang kebagian
ngasih sumbangan di hari rabu.
Di hari ini saya hanya
menghabiskan waktu dengan membaca buku. Membeli gelas plastik. Sampai membaca
buku di gelas plastik (yang terakhir boong deng). Tadi juga saya sempat
bervideo callan. Bukan karena kangen tapi karena ngomongin bisnis. Sok iye
banget ya.
Oh iya, ada satu hal yang
menginspirasi saya untuk terus menulis di hari ini. Bukunya raditya dika. Saya
udah bilang di postingan sebelumnya. Kalau saya lagi baca buku raditya dika.
Cuma saya baru menyadari betapa serunya menulis hari ini.
Saya bisa tertawa, orang lain
bisa tertawa, bahkan orang yang lagi berak pun bisa tertawa. Kalau ga sakit itu juga. Dan sangat nyaman menertawakan hidup. Dan raditya dika sangat hebat
membuat lucu hidupnya. Entahlah, saya juga jadi pengen nulis seperti itu. Tapi
lucu atau enggak, kayanya saya harus nanya orang yang lagi berak. Kalau ga
sakit itu juga.
16:02 sore yang kedengeran suara
motor berisik.
Komentar
Posting Komentar