Sepi.
Lima Ramadhan Seribu Tiga Ratus
Empat Puluh Sembilan Hijriah.
Mulai terasa lelah puasa hari
ini.
Ditambah hujan yang selalu
mengguyur kota setiap sorenya. Seakan anomali dengan bulan Ramadhan yang panas.
Kalau tidak salah begitu artinya.
Dan malam ini, selepas tadarus
Al-Qur’an bersama di masjid. Yang membacanya juz lima. Saya merasa dingin.
Karena yang bertadarus di masjid
jumlahnya tidak lebih dari jari di satu tangan.
Yah, begitulah. Kondisi cuaca
yang seperti ini memang enaknya beristirahat. Bukan beribadah. Jumlah shaff di
shalat Tarawih juga mulai berkurang. Tadi saya lihat hanya bersisa dua shaff. Ahh,
mungkin karena hujan.
Tapi begitulah Kota Bogor. Yang televisi di siarkan bahwa Bendung Katulampa Siaga 3. Dan kemenag
merekomendasikan 200 mubaligh.
Yah, saya hanya ingin bersyukur bisa merasakan nikmat seperti ini.
Tetap ingin konsisten untuk
menulis. Semoga mampu.
22:18 yang abis makan kripik.
Komentar
Posting Komentar