Sadar Akan Kembali
Tak terasa sudah kurang lebih empat bulan saya di Jatinangor. Kecamatan yang penuh dengan mahasiswa dan truk-truk besar. Dengan segala debu dan cuacanya yang aneh. Sampai tata letak bangunannya yang semrawut. Selalu ada hikmah yang berusaha saya ambil dari berbagai masalah yang ada di Jatinangor. Salah satunya adalah sadar akan kembali. Hari pertama saya di Jatinangor dan mendapatkan kamar asrama yang di fasilitasi oleh negara. Saya merasa perlu membeli dan mempunyai semua barang kebutuhan hidup. Mulai dari dispenser, kulkas, sampai dispenser dalam kulkas. Yang saya sadari, ternyata itu tidak penting-penting amat dan akan merepotkan saat pulang nanti. Bahkan, hadir pemikiran dalam otak saya. “Inget zka, lu ga selamanya disini. Nanti juga lu pergi lagi. Jangan sampai pas lu pulang nanti lu terbebani buat bawa begitu banyak barang dan merepotkan diri lu.” Kamudian saya bertanya-tanya. Terus apa yang bisa saya bawa untuk pulang nanti? Sesuatu yang tidak berat dan tidak akan me...